Garuda Wisnu Kencana_Bali part 2

DSCN2094

usai dari tanjung benoa kami menuju patung garda wisnu kencana (GWK) patung yang entah akan kapan jadi ini hanya teronggok dalam berbagai bagian yang terpisah, patung yang terbuat dari tembaga kehabisan dana sehingga tidak lagi dilanjutkan pembuatan dan perangkaiannya, berikut adalah ceritanya

Garuda ini adalah anak dari Sang Winata, istri Bagawan Kasyapa.

Bagawan Kasyapa sendiri punya istri lain yang hubungannya nggak begitu baik dgn Sang Winata, namanya Sang Kudra. Buruknya, dari 14 orang istri Bagawan Kasyapa, cuma mereka berdua yang nggak juga memiliki anak, sehingga Bagawan Kasyapa memberi mereka butiran telur sejumlah anak yang masing-masing mereka inginkan.

Sang Kudra diberi 1000 butir telur, yang kemudian semuanya menetas menjadi naga, sementara Sang Winata diberi 2 butir telur.

??????????

Anak pertama Sang Winata namanya Aruna. Sayangnya, Aruna menetas dgn bentuk yg nggak sempurna (tidak memiliki kaki dan paha) karena dipecahkan secara paksa oleh Sang Winata yang melihat 100 telur Sang Kudra udah menetas duluan.
Karena dipecahkan secara paksa dan berbentuk nggak sempurna, Aruna marah ke ibunya dan mengutuk ibunya akan menjadi budak dari Sang Kudra.

Sepeninggal Aruna yg pergi dari ibunya, muncul kabar tentang adanya seekor kuda. Sang Winata bilang, warna kuda itu adalah putih seluruhnya, sementara Sang Kudra bilang warna kuda itu putih, tapi ekornya berwarna hitam.

Karena beda pendapat, mereka akhirnya bertaruh, dan yg tebakannya salah akan menjadi budak dari yg tebakannya benar.

Karena takut kalah, Sang Kadru menyuruh anak2nya supaya bikin ekor sang kuda jadi berwarna hitam. Besoknya, karena ekor kuda berwana hitam, Sang Winata pun akhirnya kalah dan menjadi budak Sang Kadru.

Garuda, anak Sang Winata, yang baru saja menetas dari telur, mencari2 ibunya yang nggak juga muncul. Dia lalu menemukan ibunya ternyata sedang menjadi budak Sang Kudra.

Karena nggak mau liat ibunya jadi budak, Garuda pun rela melakukan apa aja buat menebus ibunya.

Para naga, anak Sang Kudra akhirnya ngasih syarat ke Garuda untuk bawa pusaka tirta Amerta ke hadapan mereka. Garuda menyanggupi dan berusaha mengambil pusaka tirta Amerta.

Tapi di akhir cerita, Garuda diceritakan merelakan dirinya buat jadi kendaraan Dewa Wisnu. Hal ini dia lakuin sebagai tebusan dan ganti ke Dewa Wisnu, karena dia ngambil pusaka tirta Amerta tanpa ijin. Maka setelah dapet pusaka tirta Amerta dari Dewa Wisnu, kemudian membebaskan ibunya dari perbudakan, Garuda pun kembali dan menepati janjinya buat jadi kendaraan Dewa Wisnu.

Nah, itulah kenapa akhirnya Garuda jadi kendaraan Dewa Wisnu, dan monumen GWK ini jadi semacam simbol pengorbanan Garuda buat ibunya.

Pos ini dipublikasikan di Jaran Dolan. Tandai permalink.

5 Balasan ke Garuda Wisnu Kencana_Bali part 2

  1. potretbikers berkata:

    WOW, jalan-jalan…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s