Selikuran seniman lima gunung

??????????semalam adalah pementasan terbesar dalam sejarah di desa pbnj, meski dalam skala kecil namun cukup cetarr, setelah beberapa hari sebelumnya diguyur hujan dan membuat lokasi pentas becek sehingga harus ditaburi sekam hari selasa tanggal 21 mei 2013 bertempat di dusun wonolelo desa bandongan kecamatan bandongan kabupaten magelang digelar pentas rutin setiap tanggal 21 pada setiap bulannya.

??????????lokasi berpindah-pindah dari anggota komunitas lima gunung, pada putaran ke tujuh ini bertempat di desa pbnj, hanya sebagian seniman magelang yang bergabung dalam komunitas ini namun untuk kwalitas berani di adu, hemm jadi bangga kenal dengan mereka, acara di buka dengan grup madyo pitutur dari desa pbnj sendiri yang melantunkan syair dakwah berbahasa jawa-indonesia yang masuk kategori rebana etnik kemudian mas munir cs dengan lagu petikan gitar (maaf gambar tidak ada karena sedang menjalankan tugas menemui tamu undangan).

????????????????????selanjutnya opening oleh ki ipang selaku tuan rumah, acara dilanjutkan oleh gurp kethorak yang hanya dilakukan oleh dua orang yang mengedukasi penonton makna acara tersebut yaitu angka 21 dalam bahasa jawa dibaca selikur ada suku kata kur dari akur yang artinya rukun yang intinya kegiatan untuk merukunkan antar anggota. grup tari dari smu 1 bandongan dan gupolo gunung dari desa gejayan kecamatan pakis magelang, berikutnya adalah pembacaan puisi oleh wartawan senior antara Bapak Hari Atmoko yang menceritakan keindahan malam diujung desa pbnj yang bisa menyaksikan gemerlap lampu kota magelang. pementasan selanjutnya adalah tarian dari bengkel seni dari Universitas Tidar Mbandongan eh Magelang.

??????????Pementasan berikutnya adalah kuda lumping kreasi dari desa mantran kecamatan ngablak yang telah mendunia pentas di event skala internasional, sanggar mennn, tarian prajurit dibawakan dengan gagah, rambut palsu dan kumis tebal woww bergetar bumi desaku . . .

??????????pementasan terakhir ialah tari lengger dari desa krandegan kecamatan kajoran, diawali dengan membakar kemenyan oleh dua orang bertubuh gempal, menaburkan bungan di area dan barulah 4 penari perempuan menari, setelah beberapa menit mereka berdua kerasukan, 2 orang berjubah hitam dan kotak-kotak tersebut merokok cerutu, jika habis minta lagi dan jika diberi rokok biasa jenis kretek maka sebungkus akan dimasukkan semua kedalam mulut dan kemudian dikunyah dan ditelan.

??????????????????????????????tarian dilanjutkan 5 penari laki-laki dan kemuidan malah seorang penari perempuan ikut kerasukan, beberapa menit kemudian penari mengajak penonton menari bersama, setelah dirasa larut yang kerasukan disembuhkan dan untuk menyadarkannya butuh 8 orang untuk mengangkat tubuh gempal terbut karena tidak boleh menyentuh tanah dalam proses penyadaran, orang berjubah akan menghadap 4 penjuru mata angin kemudian diangkat tubuhnya dan ditekuk lututnya, untuk menekuk lutut tersebut bahkan harus diinjak tubuh salah seorang pawang, sampai ketemu esok minggu di van lith muntilan untuk pementasan memperingati nyadran pendeta van lith

Pos ini dipublikasikan di performance. Tandai permalink.

6 Balasan ke Selikuran seniman lima gunung

  1. dhanicsetio berkata:

    sampean ra melu pentas????

  2. noa berkata:

    “orbs” – nya banyak banget….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s