membangunkan sahur dengan kentongan 12 meter

maaf artikel telat banget

Para anggota Sanggar Wonoseni, Dusun Wonolelo, Desa/Kecamatan Bandongan, Kebupaten Magelang, Jateng membangunkan warga untuk makan sahur di Ramadan ini dengan membawakan tembang-tembang Jawa. Saat melakukan itu, puluhan pemuda anggota sanggar berkeliling kampung mengenakan baju lurik Jawa. Di pundak mereka berselempangkan kain sarung. Mereka juga menabuh alat-alat musik tradisional, seperti Kendang, Bende, Tambur, Drum, dan Kentongan.

Kentongan yang mereka bawa dibuat dari batangan bambu jenis Ampel dengan ukuran panjang sekitar 10 meter, lalu diberi 23 lubang suara yang lebarnya sekitar 40 centimeter. Kentongan diangkut tiga orang pemuda. Mereka berangkat dari titik kumpul di sanggar pukul 02.45 WIB, kemudian mulai keliling membangunkan warga untuk sahur. Selain pealatan musik tersebut, empat anak ikut serta membawa obor keliling kampung.

“Sahur sahur, podho sahur, wis wayaeh sahur, ngurmatana Wulan Ramadhan, wis wayaeh sahur.” Demikian kalimat yang diteriakan para pemuda dalam membangunkan sahur. “Ini kegiatan rutin, kami pada awal puasa saja saat warga belum terbiasa bangun untuk makan sahur,” kata Ketua Kelompok Seni, Sanggar Wonoseni, Slamet Witono, Minggu (22/7).  Menurut dia, selain membangunkan warga, ia ingin kegiatannya menyenangkan menghibur warga. Untuk itu, ia mengubah irama dan lagu yang kerap dibawakan.

Biasanya, setelah bangun, warga yang tidak menyiapkan makan sahur memilih keluar dan duduk di depan rumah untuk menyaksikan pertunjukan para pemuda ini. Walaupun suara musiknya bising dan membuat terjaga dari tidur, tidak ada satu warga pun yang keberatan. Kepala Dusun Wonolelo, Pangadi, mengatakan, setiap datangnya bulan Suci Ramadan selalu ada sesuatu yang berbeda di kampungnya. Kali ini membangunkan sahur dengan lantunan tembang-tembang Jawa.

lagi maless ngetik sendiri jadi copas dari http://www.mediaindonesia.com/read/2012/07/07/334853/293/14/Alunan-Tembang-Jawa-Bangunkan-Warga-Makan-Sahur

Pos ini dipublikasikan di performance. Tandai permalink.

7 Balasan ke membangunkan sahur dengan kentongan 12 meter

  1. lekdjie berkata:

    pretamax pak!

  2. si Oom! berkata:

    puanjang yak😯

  3. offshore bank berkata:

    “Sahur sahur, podho sahur, wis wayaeh sahur, ngurmatana Wulan Ramadhan, wis wayaeh sahur.” Demikian kalimat yang diteriakan para pemuda dalam membangunkan sahur. ”Ini kegiatan rutin, kami pada awal puasa saja saat warga belum terbiasa bangun untuk makan sahur,” kata Ketua Kelompok Seni, Sanggar Wonoseni, Slamet Witono, Minggu (22/7). Menurut dia, selain membangunkan warga, ia ingin kegiatannya menyenangkan menghibur warga. Untuk itu, ia mengubah irama dan lagu yang kerap dibawakan.

  4. tejo basz berkata:

    Wah baru baca, sungguh menarik.. Apa tahun ini masih ada kegiatan seperti ini pak Bambang? Bagaimana setelah awal puasa lewat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s