menara ketupat puncak perjuangan ramadhan

Matahari beranjak keperaduan, gelappun mulai datang disambut gema takbir dari masjid al muin. Disebuah dusun kecil di kaki Gunung sumbing kemeriahan mulai terlihat, beberapa anak kecil dengan semangat menyalakan obor untuk melakukan takbir keliling. Persiapan malam lebaran 1 syawal 1433 H sanggar wonoseni menyelenggarakan takbir keliling dusun dengan membawa sebuah miniatur menara yang terbuat dari ketupat.

Menara ketupat merupakan symbol raihan puncak perjuangan selama ramadhan, untuk meraih puncak ketupat harus dilalui dengan menahan, nafsu, makan dan minum, amarah dan lain sebagainya, sampai puncakpun tantangan tersendiri menanti karena mempertahankan lebih sulit dari pada meraih, puncak kesuksesan jangan sampai melenakan diri hingga ketika syawal makan seperti balas dendam. Minum seperti kesetanan dan melakukan dosa-dosa seperti sudah biasa. Menara setinggi 2m dihias sedemikian rupa menggunakan janur dan sekitar 100 ketupat.

Mereka berjalan kaki Takbir keliling dusun menempuh jarak 800m dimulai pada pukul 20.00 setelah mengetahui hasil sidang isbat kementrian agama. Sebagai warga Negara yang baik anak-anak yang tergabung di sanggar wonoseni bertekad harus patuh kepada hasil keputusan pemerintah yang sah dalam penentuan 1 syawal kata bambang ketua sanggar wonoseni.  Lagipula kegiatan seperti ini agar pemuda tidak takbir keliling menggunakan kendaraan bermotor atau menghabiskan malam takbir dengan ditemani beberapa botol minuman keras.

Takbir keliling diikuti kurang lebih 30 anak dan pemuda wonolelo yang tergabung di sanggar wonoseni, beberapa anak berada di bagian depan membawa obor dan botol berisi minyak tanah untuk melakukan atraksi semburan naga, menara ketupat diiringi berbagai tabuhan seperti kenong, kepyek, kentongan dan bedug tentunya. Sepanjang jalan yang dilalui takbir memuji sang Maha Besar dilantunkan dengan penuh semangat.  Warga menyambut gembira saat iring-iringan melewati rumah mereka, suasana dusun menjadi meriah dan hidup.

Pos ini dipublikasikan di performance. Tandai permalink.

3 Balasan ke menara ketupat puncak perjuangan ramadhan

  1. silver price berkata:

    Matahari beranjak keperaduan, gelappun mulai datang disambut gema takbir dari masjid al muin. Disebuah dusun kecil di kaki Gunung sumbing kemeriahan mulai terlihat, beberapa anak kecil dengan semangat menyalakan obor untuk melakukan takbir keliling. Persiapan malam lebaran 1 syawal 1433 H sanggar wonoseni menyelenggarakan takbir keliling dusun dengan membawa sebuah miniatur menara yang terbuat dari ketupat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s