pertamaxx PBNJ ke ibukota pentas wayang onthel

Ini cerita panjang bocah ndeso menyang kutho. bagi anda yang kurang berkenan jangan lanjutkan membacanya, nanti ikut ndeso.

Lebih dari setahun lalu PBNJ baru pertama kali menginjakkan kaki di ibukota Republik Indonesia, ndeso tenan ya, ah tidak mengapalah, hasrat mengunjungi jakarta itu secara kebetulan tersalurkan, mas fahmi sekjen KOSTI (KOmunitas Sepeda Tua Indonesia) mengundang khusus klub sepeda PBNJ yaitu VOC untuk mementaskan wayang onthel khas klub kami.

karena undangan mepet maka latihan dikebut, seminggu 2 kali jadwal latihannya padahal waktu hanya 2 bulan. bertempat disebuah pasar desa yaitu pasar desa donorojo mertoyudan PBNJ dan kawan-kawan berlatih serius hingga tengah malam.

Sampailah pada hari yang ditentukan, jumat sore 25 Juli 2010 PBNJ bersama 27 onthelis lain bertolak ke jakarta, seumur-umur baru kali ini, haissyahhh, , , ,setelah beberapa kali rehat pada subuh PBNJ terbangun dan disuguhi patung pancoran dan gedung-gedung pencakar langit.

ambil dari grup fb VOC

ambil dari grup fb VOC

Tanggal 26 Juli 2010, kongres sepeda Indonesia resmi di buka, bertempat di ballroom Hotel Sultan Jakarta sebanyak 200 perwakilan klub-klub sepeda seluruh Indonesia mengikuti acara pembukaan KSI dibuka oleh Menteri dalam negeri Bp. Gamawan Fauzi yang di dampingi oleh penggagas kongres sepeda Indonesia walikota Jakarta selatan Bp.Syahrul Effendi. PBNJ tidak ikut karena bukan leader klub.

sekitar pukul 8 pagi adalah jadwal onthelis untuk bertandang ke istana kepresidenan, syaratnya harus memakai sepatu dan batik. namun PBNJ tidak membawa batik dan sepatu apalagi sepeda karena bus hanya muat untuk 3 sepeda yaitu milik ketua mas Bagus priyono, mas heru bagian properti dan milik pak dwi yang akan diikutkan kontes. kebetulan didepan tenda PBNJ tenda milik panitia dan mereka menyewakan sepeda jengki dengan tarif 50rb selama event dengan jaminan tanda pengenal.

dari rumah PBNJ berniat harus sampai ikon jakarta yaitu MONAS, maka berbekal sepeda sewaan panitia dan google maps nekad meluncur ke monas, sempat bertanya kepada beberapa orang melewati jalan sudirman, benar ga ya lha wong ada patung sudirman hormat, akhirnya sampai juga di monas, sepeda diparkir dekat motor-motor pegawai monas dan beli karcis, butuh setengah jam untuk antri dilift, sabar sabar sabar.

usai menikmati pemandangan dan museum PBNJ kembali ke senayan dekat kolam renang, karena baru sekali dan swear jalur yang membuat bingung wong ndeso sukses tersesat hingga ke jembatan semanggi yang terkenal tempat meninggal mahasiswa 1998 silam. berulang kali tanya satpam alhamdulillah PBNJ ga hilang. keringat mengucur deras meski mendung mengelayut di langit jakarta tapi jarak yang jauh dan gowesan itu logh , , ,

usai isya PBNJ show time, diawali performance dari VOC divisi teater yang melumpuri sekujur tubuhnya dengan lumpur menyerahkan simbolis wayang pada dalang.  lagi-lagi hanya kebagian mukul bilah-bilah saron, wayang onthel yang cuma ada di magelang adalah wayang yang terbuat dari berbagai spare part sepeda tua, bahkan termasuk gunungan, beberapa alat musik juga. SEMOGA NEGARA TETANGGA TIDAK MENGKLAIMNYA.  dalang pak kelik mengajak pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas, hilangnya jalur sepeda, go green dan banyak lagi, wayang hanya terdiri dari punokawan karena keterbatasan durasi maka diambil segmen “goro-goro” saja. beberapa lagu terselip seperti ilir-ilir (asli), ondel-ondel menjadi onthel-onthel, rewel menjadi onthel dll.

setelah tiga puluh menit acarapun selesai, kami tersenyum puas, kami tidak ingin mengecewakan mas fahmi yang telah menyediakan segala akomodasi. terimakasih bro . . . (cie koyo cah gaul ae). acara berikutnya acara musik dan bagi-bagi doorprize, alhamdulillah PBNJ mendapat sebuah bingkisan berupa batik, lumayan buat oleh-oleh bapak. keesokan harinya sepeda santai diikuti ribuan penggowes start dari senayan hingga di kota tua, PBNJ melihat dari dekat busway dengan separatornya. sebuah kejadian seorang anak yang melaju busway beberapa meter dari PBNJ terjatuh saat melintasi separator karena busway sudah dekat dibelakang dia (pelajaran lagi JANGAN MELINTAS DI JALUR BUSWAY)

kali ini PBNJ bisa menyentuh air di bundaran HI yang selama bertahun-tahun hanya bisa lihat dari layar televisi. lanjut ke kota tua, masuk museum fatahillah yang ada meriam jagur, eh pas foto-foto malah ada dua cewek yang minta foto bareng, you know lah gimana magnet PBNJ, karena ga enak sendiri ya bersama-sama, tapi lihat saja tu, 2 cewek mengapit, mas lingga dengan bekicotnya sih lewaatttt.

dari kota tua mampir ke monas lagi karena mbah bejo pemukul gong ingin ke monas, namun melihat antrian dan dateline akhirnya ga naik dan hanya foto langsung jadi, PBNJ dan beliau harus bayar 25rb, buat oleh-oleh istri katanya, kami anak-anak onthel sudah menganggap layaknya kakek-cucu karena kebiasaan kami nyaris sama, seperti saling mengingatkan untuk beribadah, makan dll. perjalanan pulang tidak kesasar lagi meski cuma berdua, namun saat karena ketidaktahuan PBNJ dan mbah bejo lokasi berputar malah menyeberang jalur cepat untuk masuk pintu selatan senayan, jalur cepat ampun dech  . . . sampai lokasi langsung packing dan pulang dengan pengalaman blusukan dirimbunnya belantara ibukota.

begitulah cerita ndeso, maaf bertele-tele dan ga mutu, mungkin bagi anda ibukota adalah rumah namun bagi PBNJ sesuatu banget, semoga suatu saat impian lain yang belum terlaksana yaitu menginjakkan kaki ke Rumah Allah terlaksana, amien

bonus

Pos ini dipublikasikan di Jaran Angin. Tandai permalink.

21 Balasan ke pertamaxx PBNJ ke ibukota pentas wayang onthel

  1. Maskur berkata:

    wayange unik
    tak kira sampeyan dalange

    kok ora kabar2 yen neng jakarta, Juli 2010 kan aku jik neng jakarta..gur monas wae cedhak
    aku manggone malah kulon-lor jembatan semanggi kuwi

    wayange sing apik dhewe seng ngisor

  2. ipanase berkata:

    asekkkkkkkkkkkk tenen, resiko wong bagus

  3. 3055nada berkata:

    selamet2……bojone ngko ndang cemburu pak….

  4. Ya2kzzz berkata:

    wah joozzz….pak…selamat..

  5. bejo berkata:

    cerak aku…tp bien rung kenal…salam kenal ya pak bams 161

  6. enth berkata:

    senajan mung pit onthel, nek tibo yo loro je. tapi kok ra nganggo sepatu ?

  7. Anak Pulau berkata:

    setuju dgn PBNJ, saya juga baru bulan maret lalu menginjakkan kaki pertama di jkrt, maklum anak pulau, sempat kesasar juga hehehehe

  8. Pria Biru berkata:

    Itu bonus hadiah doorprize ya Mas Bam…ra’ digowo mulih ta’….

  9. gogo berkata:

    bonuse keren.. enaknya kesasar adalah benar2 pengalaman yg tak terlupakan..

  10. dnugros berkata:

    wah pak bambang ganjen banget, photo aja pose nya dimanis2in, apa karena ada makluk halus disampingnya tuh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s