selikuran = hari ke 21 Ramadhan

semalam adalah malam ke-21 ramadhan, malam terheboh untuk warga di kecamatanku.

berikut kisahnya, , , ,

jaman dahulu saat awal penyebaran Islam tahun 1800an di wilayah pedalaman dan kaki gunung oleh para wali, singgahlah seorang wali di sebuah wilayah, kemudian dia berdakwah dan mendirikan sebuah masjid. salah satu ritual yang digelar dan menjadi tradisi adalah zikir menyambut malam lailatul qadar, zikir dimulai tengah malam dan selesai menjelang sahur, masyarakat yang letak rumahnya jauh saat itu kerepotan dalam makan sahur karena tidak membawa bekal. salah seorang pengurus masjid bernama Bapak Tasrof berinisiatif menyediakan makanan jika sekarang disebut katering.

Ternyata laris makanan pak tasrof, pelung tersebut kemudian ditangkap oleh pedagan lain dan itu berlanjut menjadi tradisi berjualan setiap malam selikuran. Sejak beberapa tahun terakhir, jumlah umat yang mengikuti mujahadah lailatul qadar berkurang, sedangkan pedagang yang berjualan semakin banyak. Halaman seluas kira-kira 300 meter persegi tersebut dipadati ratusan pedagang kaki lima. Bahkan sampai pekarangan rumah warga sekitar masjid dan bahu jalan sepanjang 300 meter juga dipenuhi pedagang. Ada yang berjualan makanan, minuman, busana muslim, cendera mata, mainan anak dan peralatan rumah tangga. Mereka menggelar barang dagangannya menjelang berbuka puasa hingga sekitar pukul 1 dini hari, namun ada yang cuma hingga pukul 21 itupun karena dagangannya sudah habis. Para pedagang yakin akan mendapat rezeki yang cukup setahun ke depan, bila malam selikuran berjualan di sekitar Masjid Baitulmutaqin, yang terletak di Dusun Sengon, Desa Trasan Kecamatan Bandongan.

semalam seperti selikuran pada ramadhan tahun sebelumnya PBNJ hadir untuk bernostalgia, ceritanya begini, tahun 2008 PBNJ datang bersama teman-teman sekampung, saat melihat lapak perajin tulisan nama anak berkaligrafi terdengar panggilan seorang gadis kinyis-kinyis, “pak bambang,,,”(maklum PBNJ khan ….. ga boleh sombong ah wkwkwkkkk) kayaknya pernah lihat dan tanpa dikomando mendekat, ternyata dia adalah salah satu peserta outbond saat PBNJ jadi panitianya dan itu belum lama. harus diakui bahwa saat outbond adalah pandangan pertama dan cuma berani lirik-lirikan xixixiiii jadi malu, setelah berbasa-basi menanyakan rumah, sekolah dan kesan ikut outbond, akhirnya setelah beberapa waktu dan kehaisan bahan omongan kita berpisah dan tanpa mendapatkan nomor hape, lagi-lagi PBNJ ciut nyali grogi didekati gadis.

TKP nostalgia semalam ganti lapak jilbab

area depan masjid akan menjadi layaknya sebuah pasar malam, akan ramai usai salat tarawih hingga menjelang tengah malam, PBNJ bersama keluarga istri datang ke lokasi pukul 21.00, maklum karena cukup dekat yaitu 200m. jam segitu lagi padet-padetnya, tua-muda, laki-perempuan, semua tumplek blek sehingga untuk berjalan harus berdesak-desakan, belom lagi jalan kampung yang hanya selebar 3m harus berbagi dengan pedagang kaki lima dan becak. seperti halnya pengunjung lain kami hanya jajan saja, dan kamipun langsung menuju sebuah warung bakso (manut morotuo wong sing mbayari heheheee), dua mangkuk PBNJ lahab menyisakan kuah dan mangkuk beserta sendoknya.

penampakan bakso dan mertua, purnawirawan yang menjadi kepala keamanan Borobudur Internasional Golf

usai makan kami berpencar, kakak ipar dan adik ipar membeli jilbab, mertua membawa ponakan pulang dan PBNJ minum wedang ronde sembari mengambil gambar sedangkan istri memesan sate ayam untuk sahur dan ternyata dari lima pedagang sate yang menggunakan gerobak potongan depan titanic semua sudah terjual habis padahal waktu baru menunjukkan pukul 22.00 untung masih ada satu penjual yang masih ada namun yang pake motor.

 

Pos ini dipublikasikan di Jaran Jajan. Tandai permalink.

15 Balasan ke selikuran = hari ke 21 Ramadhan

  1. Hourex150L berkata:

    apik-apik -apik – apik (4 x Pak Bam)

  2. #99 bro berkata:

    nyuwun baksone pak..
    AWAS COPET

  3. bejo berkata:

    ruame…. ramadhan mbawa berkah…amin

    *dagang sarung ora

  4. Ahmad berkata:

    dodol pecis lincip ora Pak,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s