padusan ala ndesoku tayang di media cetak dan elektronik

acara tadi siang didusun PBNJ tinggal yang lagi-lagi diliput media cetak dan elektronik daerah maupun nasional, PBNJ diwawancara oleh MGTV / MagelangTV, sementara RCTI, TRANS, INDOSIAR dan TVRI telah tayang tadi sore, jika anda tidak percaya silahkan besok baca Kedaulatan Rakyat atau Jawa Pos. karena PBNJ yang diwawancara sebagai narasumber biarlah terima bersih saja,  berikut copas dari

http://www.krjogja.com/news/detail/94518/Warga.Wonolelo.Padusan.Dengan.Sekam.Bakar..html

“KALAU biasanya keramas menggunakan sampo, namun di wilayah Wonolelo, Bandongan Magelang, mencuci rambut kepala atau keramas masih banyak yang menggunakan merang atau sekam yang dibakar. Keramas dengan cara ini sering disebut dengan istilah ‘keramas londho’.

Mandi keramas menggunakan sekam yang dibakar ini juga dilakukan saat digelar tradisi padusan di sendang Selumut yang ada di tengah kawasan pesawahan, Minggu (31/7). Dengan membawa tempat dari anyaman bambu, beberapa wanita yang mengenakan kain kemben ini berangkat menuju sendhang Selumut.

Dipimpin Mbah Khomsiati (70), mereka terlebih dahulu memanjatkan doa di lingkungan sendhang sebelum padusan dimulai. Secara bergantian, Mbah Khomsiati kemudian mengguyurkan air sendhang menggunakan siwur atau gayung air dari bahan tempurung kelapa ke kepala dan tubuh mereka yang mengikuti tradisi ini.

Sebelum air sendhang diguyurkan, terlebih dahulu tempat anyaman bambu yang berisi sekam diletakkan di atas kepala masing-masing untuk kemudian secara pelan air sendhang diguyurkan beberapa kali. Rambut kepala yang sudah basah tersebut kemudian diusap beberapa kali agar air sekam lebih meresap hingga ke kulit kepala.

Seorang peserta mengaku ikuti padusan dengan keramas gunakan sekam yang dibakar juga untuk nguri-uri tradisi tinggalan nenek moyang. “Hal itu masih sering dilakukan masyarakat di Bandongan ini,” akunya.

Keramas menggunakan sekam yang dibakar ini juga dilakukan ibu-ibu yang akan mengikuti Salat Jumat di masjid. Sebelum berangkat. mereka terlebih dahulu mandi dan keramas menggunakan sekam yang dibakar ini. “Bagi seorang wanita, rambut merupakan mahkota,” kata Bambang, salah satu warga.”

gambar hanya sedikit itupun ambil dari wartawan karena kabel data camdig hilang sementara card reader sudah PBNJ banting karena dia ga konsisten.

Pos ini dipublikasikan di performance. Tandai permalink.

25 Balasan ke padusan ala ndesoku tayang di media cetak dan elektronik

  1. Amama Ali berkata:

    pertamax
    aku lali ra melok padusan ki piye

  2. hadiyanta berkata:

    indosiar brita jogja biasane jam 4 pagi

  3. si PB berkata:

    sore mau wis nonton neng trans tv…………..

  4. gogo berkata:

    apik.. menyucikan diri sblm puasa..

  5. raya berkata:

    memperbanyak maksiat sebelum puasa? menurut syariat, bertemu lawan jenis aja diharuskan menundukkan pandangan, ini malah laki-laki perempuan mandi campur aduk menjadi satu..

  6. nick69coolrider berkata:

    Yang penting niatnya.
    Ini juga bagian dari adat/budaya.
    Mensucikan diri malah maksiat berarti ya memang niatnya pengen melakukan maksiat.

  7. srigala berkata:

    manteb manteb manteb

  8. bejo berkata:

    tadi siang saya melihatnya di rcti ..langsung inget PBNB..sipdah wonolelo

  9. Hourex150L berkata:

    apik apik apik apik..

    *Lair – bathin yo Pak Bam..

  10. ocecoco berkata:

    sekam apaan tuh mas ?

  11. ipanase berkata:

    asik, pak kebo ra ke poto ki

    • Pak Bambang Nunggang Byson berkata:

      iyo ki, acarane ibu-ibu ga berani dekat-dekat, paling ke shoot beberapa saat doang, tugasnya ngamanin jalanan yang buat lewat

  12. dnugros berkata:

    Pak sampean mesti nginjen sing padusan ibu2 ya?

  13. Josh Gabrus berkata:

    Ck..ck… masih dilakukan aja kebiasaan yg gak sesuai syariat begini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s