Karnaval “PAKU TIDAR”

artikel telat publish jadi agak basi.

penampakan paku tidar dan semar

sabtu kemarin usai pengajian haji di rumah ortu langsung cabut ke sanggar matematika milik bapak haris di komplek perumahan armada estate samping RSJ Kramat Magelang. disitu telah berkumpul teman-teman dari teater “lagrangan” divisi seni VOC (velocipede old classic) komunitas pecinta sepeda tua magelang. PBNJ langsung ganti baju dengan kostum sisa, yupz karena datang terlambat akhirnya ga kebagian job, its ok lah, toh cuma karnaval ini, paling juga cuma “hanya lewat” kaya main monopoli.

teman PBNJ, , , ,

teman PBNJ, , , ,

setelah PBNJ berubah, kami menggunakan mobil pick up menuju bekas terminal lama magelang dikaki gunung tidar, sesampai disana ternyata telah banyak grup kesenian lain yang hadir. setiap kelompok membawa sebuah gunungan dan yang dibawa kelompokku adalah sebuah gunungan berbentuk paku raksasa karena, menurut cerita yang berkembang bahwa gunung tidar adalah paku pulau jawa, dulu pulau jawa sering terjadi gempa maka semar memaku pulau jawa dengan sebuah gunung tepat ditengah pulau sehingga sampai sekarang tidak goyang dombret lagi meski kadang-kadang masih bergoyang juga. masyarakat sekitar yakin bahwa dibawah gunung tidar tersimpan jutaan kubik air yang berasal dari laut, mitos yang berkembang dan telah dibuktikan beberapa warga dan hasilnya semua warga magelang  mengiyakan ialah bahwa LARANGAN MENGGALI SUMUR DI KAKI GUNUNG TIDAR, beberapa warga kaki gunung yang nekad didatangi dalam mimpinya oleh suworo tanpo rupo atau SUARA TANPA WAJAH (bukan tape recorder logh ya) yang memberi peringatan jika masih meneruskan menggali sumur dalam artian mencari air maka akan diberi lebih banyak.

kolaborasi with jingkrak sundang dan grasak, kostum dan ancur

untuk review acara lebih detail silahkan klik link dibawah milik ANTARA yang wartawannya saya kenal baik, sering diinterview soale yaitu bapak hari atmoko wartawan senior wilayah magelang

http://www.promojateng-pemprovjateng.com/detailnews.php?id=12395

lagi ngapaain jal?

don’t try this at home

Pos ini dipublikasikan di performance. Tandai permalink.

16 Balasan ke Karnaval “PAKU TIDAR”

  1. hadiyanta berkata:

    apik apik apek

  2. dany :) berkata:

    yo lg njoget to qqq….:mrgreen:

  3. Hourex150L berkata:

    sae niku, pancene sae, emang sae..

    Intine SAAEE Pak..😀 ..

    PISS..

  4. tigerpiceks berkata:

    request artikel tantang gunung tidar.. karo suoro tanpo rupo kui mau om😀😀

  5. shumy27 berkata:

    sampeyan kalo gitu tambah ganteng pak..!!:mrgreen:

  6. bejo berkata:

    PBNJ emang unik :top

  7. asmarantaka berkata:

    wkwkwkkwkwkw…ngeri tenan iki pak Bambang:mrgreen:

  8. tafri berkata:

    keren,keren,keren

  9. riri berkata:

    Ati-ati pakune…..nujes…

  10. raya berkata:

    semar adalah tokoh khayalan/fiksi, ujungnya malah bikin syirik.. aneh..

  11. mahbub alwathoni berkata:

    sipppppppp

  12. MT Ghozali berkata:

    Melu nonton, Pak Guru…saking Jogja

  13. fendi berkata:

    aku suka adat jawa bagus2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s