Ritual Jelang Ujian . . . .

Tahun 2008 di makam kyai Shirat bin Abdurrasyid Payaman Magelang

Hari minggu kemarin, mulai jam 07.30 PBNJ bersama 44 siswa kelas IX dan seorang penjaga sekolahmenggunakan 4 angkudes  melakukan ziarah ke beberapa makam kyai di wilayah Magelang, kegiatan ini merupakan rutinitas menjelang Ujian Akhir Nasional. tercatat sudah 4 kali diadakan sejak PBNJ mengajar, acara ini murni ideku karena beberapa hal, antara lain

1.  Wujud  terimakasih kepada Kyai penyebar Islam di magelang

2.  Penerapan Konsep materi studi ziarah kubur

3.   Mengingat mati

4.  Meneladani perjuangan beliau-beliau

Ziarah pertama adalah ke makam Syekh Subakir yang berada di puncak Gunung Tidar, sampai ditempat parkiran dekat pasar stress (pasar pusat onderdil motor curian) disambut 20an ekor kera.

setelah menghadap juru kunci langsung naik, pendakian hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit, ritual ziarah berpayung langit dengan pohon-pohon menjulang menaungi makam menjadi terasa khidmat, disini PBNJ mempunyai misi khusus yaitu mohon doa restu karena tanggal 11 april ini akan memerankan tokoh beliau dalam perayaan grebeg gethuk dalam rangka ulang tahun Magelang. usai berdoa siswa kuajak melihat pelataran dan tugu di puncak Gunung tidar.

penjaga perpustakaan agil widayat sampai ujung tugu

penjaga perpustakaan agil widayat sampai ujung tugu

hanya berani 1/3nya, besi pijakan telah berkarat dan anginnya mak wuzzz,,,,,,,,

saat turun seorang preman dengan sebilah golok minta uang rokok, karena telah memberikan sedekah melalui juru kunci tidak aku beri, diapun mengancam  jika lain kali ziarah tidak menjamin keselamatan, ra wedhi bathinku,,,,

Tempat kedua adalah makam Kyai Nur Muhammad di Salaman, dimasjid samping makam semua istirahat sambil salat dhuha. dilanjutkan menuju komplek makam Gunung pring Muntilan sempat terjebak macet sekitar 30 menit di jembatan Pabelan yang ambrol. di sini pendakian hanya 7 menit, jalanpun telah lebar dan dikiri-kanan banyak warung, usai ziarah salat dhuhur dan makan siang, ada yang bawa bekal dan yang jajan, termasuk PBNJ.

Selanjutnya adalah komplek makam Kyai Chudlori di Tegalrejo pendiri pondok API, pondok terbesar di Magelang dengan 6000an santri. dilanjutkan ke makam Sunan Geseng di Grabag.

futu 2008 karena kemarin ujan jadi ga sempat futu-futu

Terakhir adalah makam Kyai Shirat bin abdurrasyid di payaman. tempat pondok sepuh, yang santrinya adalah kakek-kakek dan nenek-nenek.

Mengucap syukur alhamdulillah ketika sampai sekolah kembali, kepada Bapak sopir maafkan siswaku yang beranjak dewasa karena sok heboh, nyanyi-nyanyi, teriak-teriak menghitung mundur traffic light dll.

sukses yo cah

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Jaran Ngibadah. Tandai permalink.

20 Balasan ke Ritual Jelang Ujian . . . .

  1. #99 bro berkata:

    Murid te ayu ayu jebule… Mbetahi sing ngulang..

  2. dolanclinick berkata:

    ^asem,diselip robot ompong

  3. turut berduka bro, lain kali lebih semangat

  4. dolanclinick berkata:

    aku juga arep ujian nasional pak . . .

  5. ga minta biar lulus Ujian kan Pak guru ? 🙂

  6. si oom as varioputiih berkata:

    eeeh ada preman e toh 😮
    hi, bawa golok..

  7. dhuwur berkata:

    munggahe gunung tidar kudune numpak jaran ben ra di palak 😀

  8. lekdjie berkata:

    kok?kesane yg nyampe ke diriku laen y?hmm..

  9. asmarantaka berkata:

    apik…apik…apik.. :mrgreen:

  10. dhanicsetio berkata:

    aku po’o di kenalne karo muride

  11. Ikhsan Alfarizi berkata:

    Ini lah ritual yang mengotori tauhid para siswa yang dilakukan oleh seorang Kiyai. Perbuatan itu musrik pak kiyai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s